Pages

Subscribe:

Monday, 26 August 2013

KEBUDAYAAN

KEBUDAYAAN 
Kebudayaan Berasal Dari Kata Sansekerta “Buddhayah “ , yang merupakan bentuk jamak dari kata “Buddhi” yang berarti budi atau akal. Kebudayaan dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budhi atau akal”
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Komunikasi yang terjadi dalam lingkup masyarakat dalam kaitan budaya yang senantiasa membuat individu dalam menyesuaikan budaya asal dengan budaya individu lain, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

WUJUD KEBUDAYAAN 
Kebudayaan pada dasarnya tidak hanya diwujudkan dalam bentuk artefak, seperti tari-tarian, lukisan, dsb. Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
1.Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan,nilai-nilai,norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam pola pemikiran masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis masyarakat tersebut.
2.Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.
3.Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.


Tugas Student Day 2013 ini mengangkat tentang tulisan mengenai isu budaya. Isu tersebut misalkan terkait sebuah kebudayaan yang terlupakan, tergerus perkembangan zaman, terjadi pergeseran makna, budaya yang telah tiada, dan yang lainnya. Tujuan penugasan ini juga membangkitkan daya kritis, dan pemikiran sosial mahasiswa baru agar lebih tanggap dan peka terhadap lingkungan, terlebih dalam isu tentang kebudayaan.
Tulisan dibuat dalam kertas double folio dengan tulis tangan, minimal 2 halaman double folio. Margin kertas kanan-kiri 2cm dan ujung atas 5 cm. Tulisan menangkat isu kebudayaan, seperti budaya yang terlupakan, tergerus perkembangan zaman, terjadi pergeseran makna, budaya yang telah tiada, dan yang lainnya. Tulisan berisikan sebuah gambar/foto yang mengilustrasikan isu kebudayaan yang coba anda angkat. Gambar/foto tersebut dapat diambil secara langsung, atau dari media lain, sepeti internet. Setelah penulisan tentang isu kebudayaan, dilanjutkan dengan tulisan opini, kenapa anda memilih topik tersebut/hal apa yang membuat anda tertarik untuk mengangkat tulisan tersebut. Tulisan dikumpulkan pada tanggal … dengan mencantumkan Gugus, Nama, Nim, Fakultas/Program Studi.




CONTOH TULISAN MENGENAI ISU KEBUDAYAAN
 


Gugus              : 8 [D1] 
Nama               : Agung Wirahadi K[A2] 
Nim                 : 1006205158
Fakultas/PS     : Ekonomi dan Bisnis / Manajemen
[D3] 
“Sopan Santun”, Sebuah Budaya yang Terlupakan[A4] 
[A5] Kebudayaan atas norma dan tata karma yang sejak dahulu mencirikan jati diri Bangsa Indonesia, telah mulai luntur. Budaya tersebut adalah budaya sopan santun. Sopan santun, atau juga dikenal sebagai tata krama, merupakan salah satu ciri khas dari masyarakat Indonesia. Sejak dahulu, bangsa Indonesia dikenal dengan keramahannya, kesopanannya, serta adat istiadat yg dijunjung tinggi. Sifat pada diri pribadi seseorang dapat dilihat dari perkataan yang ia mengucapkan maupun pada penampilannya. Jika seseorang menggunakan bahasa yang lemah lembut sopan, santun mencerminkan pribadi yang berbudi. Namun sebaliknya apabila seseorang sering bertutur kata kasar, menghujat, memprovokasi, dan memfitnah justru mencerminkan keperibadian yang kurang berbudi.
Dalam beberapa tahun terakhir nampaknya masyarakat sekarang cenderung kehilangan etika dan sopan santun terhadap terhadap teman sebaya, guru, orang yang lebih tua atau bahkan terhadap orang tua. Hal tersebut diakibatkan dari berbagai faktor seperti dari efek negatif dari media elektronik, televisi, dan jaringan internet karena dari berbagai tontonan yang dapat disaksikan menyajikan unsur-unsur kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan dalam bentuk perkataan yang melecehkan. Tentunya ini berpengaruh perilaku keseharian masyarakat.
Berbagai kejadian buruk seperti tawuran, membuat keributan, pelecehan seksual, hingga melakukan tindakan pembunuhan, merupakan cerminan atas sikap sopan santun yang mengalami kemunduran. Selain itu, masuknya budaya barat juga semakin masyarakat dalam memepertahankan budaya sopan santun pada beberapa tempat umum dan juga pada pergaulan, misalnya saja dalam berpakaian diluar negeri atau dunia barat orang yang berpakaian bikini disekitar pantai adalah sesuatu yang wajar dan tidak melanggar kesopanan dimuka umum, tetapi masyarakat Indonesia berpakaian seperti itu sangat tidak sopan karena dianggap tidak sesuai dengan nilai dan norma kesopanan. Selain itu sopan santun dalam pergaulan jika dibudaya barat bertemu teman berawanan jenis  boleh mencium bibir, tetapi hal tersebut di Indonesia hal tersebut sangat melanggar norma kesopanan dan kesusilaan.
Lebih sederhana lagi misalnya, contoh perilaku sopan-santun, misalkan ‘senyum, sapa, salam’. 3 hal sederhana yang mulai terlupakan. Padahal, dengan senyum, sapa, dan salam, seseorang dapat lebih akrab menjalin hubungan sosial, menghindari permusuhan, dan dengan begitu orang pun akan melihat kita sebagai orang yang ramah dan rendah hati. Atau misalkan lagi mengucapkan kata “maaf”, “tolong”, dan “terimakasih” yang penggunaannya semakin memudar oleh kurangnya budaya sopan santun dalam keseharian.
 










[A6] 

Opini   :[A7] 
Kebudayaan dalam hal ini ialah budaya dalam wujud norma. Budaya sopan santun merupakan budaya yang sering kita temui sehari-hari dalam kehidupan. Budaya ini adalah contoh dari sebuah budaya sederhana yang sudah mulai luntur. Padahal, dengan menerapkan budaya sopan santun ini, kita dapat menghindari hal hal yang tidak perlu seperti tawuran, dsb. Saya mengangkat isu budaya ini karena ketertarikan dan keironisan saya melihat kondisi lingkungan saya, yang dari budaya sopan santun telah mengalami kemunduran, dimana hal hal kecil seperti rasa empati, ucapan terima-kasih, tolong, maaf, hingga senyum sapa dan salam lama-kelamaan mulai berkurang penggunaannya. Harapan saya, sebagai generasi muda, budaya sopan santun ini semakin lama semakin kuat ditanamkan dari diri kita, bukannya luntur dan dilupakan. Ini dilakukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ditanamkan sebagai budaya warisan bangsa Indonesia yang terkenal dengan keramah-tamahannya, terlebih lagi budaya sopan santunnya. Sehingga nantinya, kita menjadi generasi yang hebat karena budaya positifnya, bukan mundur akibat tergerusnya budaya kita sendiri, terkhusus dalam budaya sopan santun.


 [D1]DARI UJUNG ATAS MARGIN 5CM
 [A2]GUGUS,NAMA, NIM FAKULTAS/PS DIITULIS DI POJOK KIRI ATAS
 [D3]MARGIN KIRI KANAN 2 CMDARI KERTAS
 [A4]TULISAN BERISI JUDUL YANG SEDERHANA, DAN MENARIK
 [A5]AWAL PARAGRAF, TULISAN DIMULAI MENJOROK KE DALAM KIRA2 1 CM
 [A6]FOTO DAPAT DI TEMPEL DARI ARTIKEL/MEDIA LAIN, YANG UKURANYA TIDAK MELEBIHI LEBAR KERTAS, FOTO/GAMBAR MENGILUSTRASIKAN ISU KEBUDAYAAN YANG ANDA ANGKAT
 [A7]OPINI BERISIKAN LATAR BELAKANG/ALASAN MENGAPA ANDA MENGANGKAT ISU TERSEBUT, TANGGAPAN, HINGGA HARAPAN ANDA MENGENAI ISU KEBUDAYAAN YANG ANDA ANGKAT

0 comments: