Pages

Subscribe:

Saturday, 10 October 2015

laporan praktikum tanah



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
            Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar.  Tanah merupakan salah satu komponen terpenting dalam kehidupan di bumi ini, baik untuk bidang kehutanan, pertanian, perkebunan maupun bidang-bidang lainnya. Karena tanah sebagai media untuk tumbuh berbagai tanaman maupun pohon, selain itu tanah juga dimanfaatkan oleh manusia untuk pembangunan contoh tanah berpasir dan tanah berliat (bahan utama untuk batu bata). Selain itu, tanah dapat didefinisikan lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh & berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomassa dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.
Tanah tersusun atas empat komponen penyusunnya, yaitu: bahan padatan (berupa bahan mineral), bahan lain (berupa bahan organik, air, udara), Bahan tanah tersebut rata-rata 50%, bahan padatan (45% bahan mineral dan 5% bahan organik), 25% air dan 25% udara.
Tanah mempunyai ciri khas dan sifat-sifat yang berbeda-beda antara tanah di suatu tempat dengan tempat yang lain. Sifat-sifat tanah itu meliputi fisika dan sifat kimia. Beberapa sifat fisika tanah antara lain tekstur, struktur dan kadar lengas tanah. Untuk sifat kimia menunjukkan sifat yang dipengaruhi oleh adanya unsur maupun senyawa yang terdapat di dalam tanah tersebut. Beberapa contoh sifat kimia yaitu reaksi tanah (pH), kadar bahan organik dan Kapasitas Tukar Kation (KTK).


Morfologi tanah adalah sifat tanah yang dapat diamati dan dipelajari di lapang yang menunjukan profil tanah kearah dalam. Sebagian sifat morfologi tanah merupakan sifat- sifat fisik dari tanah tersebut. Hal ini penting untuk diamati karena akar tanaman berjangkar ditempat tersebut. Semakin baik akar berjangkar pada umumnya pertumbuhan tanaman semakin baik dan sebaliknya.Sifat morfologi tanah bisa sangat menentukan pertumbuhan tanaman misalnya ketebalan top soil,kedalaman efektif, batas horizon tanah, warna tanah, tekstur, struktur tanah serta tingkat perkembangan struktur tanah, perakaran, relief, lereng, fisiografi tanah. Dari sifat- sifat morfologi tersebut tergambar potensi tanah untuk digunakan sebagai media tumbuh tanaman.
Morfologi dan klasifikasi tanah adalah ilmu yang mempelajari proses-proses pembentukan tanah dan faktor-faktor pembentuknya, klasifikasi tanah, serta penggunaan klasifikasi tanah, serta penggunaan klasifikasi dalam survai tanah. Dalam praktikum kali ini akan mengklasifikasi tanah berdasarkan profil tanah yang diamati secara langsung dilapangan. Profil tanah adalah penampang vertikal dari tanah yang menunjukan susunan horizon tanah.

1.2 Tujuan
1.      Dapat mengetahui secara langsung dilapang sekaligus mengklasifikasi tanah berdasarkan sifat-sifat fisik dan morfologi tanah pada profil tanah yang ada.
2.      Untuk mengetahui sifat fisik, biologi, dan kimia pada tanah inceptisol serta faktor–faktor yang mempengaruhinya. Sifat fisik dan kimia tanah meliputi Warna, Tekstur, Sturktur, Konsistensi, Ukuran dan Ph tanah.










BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


 Profil tanah merupakan penampang vertikal dari tanah yang menunjukkan susunan horison tanah. Ada 6 horison utama yang menyusun profil tanah berturut-turut dari atas ke bawah, yaitu horison O, A, E, B, C, dan R, sedangkan horison yang menyusun solum tanah adalah hanya horison A, E, dan B. Horison tanah adalah lapisan-lapisan tanah yang kurang lebih seragam di dalam profil, batas antar horison yang bertetangga sejajar atau hampir sejajar terhadap permukaan tanah. Horison tanah dapat dibedakan secara visual dan batas perubahan dari horison yang satu ke yang lain, terutama tanah-tanah diwilayah tropika basah cenderung kabur atau tidak jelas. Simbol notasi horison dan lapisan tanah terdapat perbedaan antara Supplement to the Soil Survey Manual (Soil Survey Staff, 1962) dan Soil Survey Manual (Soil Survey Staff, 1981).

2.1 Berikut ini notasi horison terbaru :
Horison O, yakni lapisan tanah yang didominasi oleh bahan organik. Dalam beberapa kasus lapisan tanah tersebut dijenuhi air dalam waktu yang relative lama atau pernah jenuh air kemudian dilakukan pengatusan buatan; yang lain tidak pernah dijenuhi air.  
Horison A, yakni horison mineral yang terbentuk dipermukaan atau bawah horison O yang menunjukan kehilangan keseluruhan atau sebagian struktur asli batuan. Pada horison A mungkin terjadi akumulasi humifikasi bahan organik yang bercampur dengan bahan mineral dan tidak dipengaruhi sama sekali oleh karakteristik horison E atau B. Sifat yang dimiliki merupakan hasil kegiatan pertanian atau kegiatan lain yang merusak.
Horison E,yakni horison tanah mineral dengan karakteristik khusus telah terjadi kehilangan lempung silikat, besi, aluminium, atau kombinasinya, dan yang tinggal merupakan akumulasi debu atau pasir. Horison tanah ini menunjukan terjadinya kehilangan sebagian atau keseluruhan struktur asli batuan.
Horison B, yakni horison tanah yang terbentuk di bawah horison A, E, atau O dan didominasi oleh kehilangan ebagian atau keseluruhan struktur asli batuan dan menunjukan satu atau lebih karakteristik berikut ini: (a) iluviasi lempung silikat, besi, aliminium, humus, karbonat, gypsum, atau silica masing-masing secara murni atau kombinasi; (b) tampak nyata kehilangan karbonat; (c) konsentrasi residu silica; (d) kutan seskuioksida yang menghassilkan horison mempunyai warna value rendah, warna chroma tinggi, atau memiliki hue lebih merah dari pada horison dibawah atau diatasnya tanpa menunjukan adanya iluviasi besi; (e) alterasi yang membentuk lempung silikat atau melepaskan oksida atau keduanya dan terbentuk struktur granuler, gumpal, atau prismatic apabila perubahan volume diikuti perubahan kandungan lengas; (f) bersifat rapuh.
Horison C, yakni horison atau lapisan yang tidak termasuk batuan induk yang keras, sedikit dipengaruhi oleh faktor pedogenesis, dan sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat horison O, A, E, atau B. Bahan  yang dijumpai di horison C kemungkinan sama atau tidak sama sekali dengan bahan solum yang terbentuk. Horison C kemungkinan telah mengalami proses modifikasi meskipun tidak nyata telah terjadi proses pedogenesis. Horison R, yakni batuan induk yang keras termasuk granit, basal, quarsitik, dan batuan kapur keras atau batu pasir yang keras sehingga tidak mungkin digali dengan menggunakan sekop atau cangkul.

2.2 Tekstur dan Struktur Tanah
Tekstur tanah berkaitan dengan kemampuan tanah untuk menahan air dan juga reaksi kimia tanah. Tanah-tanah yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan yang kecil sehingga sulit untuk menahan air maupun unsur hara. Tanah-tanah yang bertekstur lempung mempunyai luas permukaan yang besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara tinggi. Tanah bertekstur halus lebih aktif dalam reaksi kimia daripada tanah yang bertekstur kasar. Tanah-tanah yang bertekstur halus mempunyai kemampun menyimpan air dan hara makanan bagi tanaman. Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah. Gumpalan ini terjadi karena butir-butir pasir, debu dan lempung terikat satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan organik, oksida-oksida besi dan lain-lain. Gumpalan-gumpalan kecil ini mempunyai bentuk, ukuran dan kemantapan yang berbeda-beda.  Tanah yang dikatakan tidak berstruktur bila butir-butir tanah tidak melekat satu sama lain (disebut lepas, misalnya tanah pasir) atau yang saling melekat menjadi satu satuan yang padu (kompak) dan disebut massive atau pejal ( Hardjowigeno, 1987).




2.3 Faktor yang Mempengaruhi dan yang Dipengaruhi
Faktor – Faktor yang mempengaruhi tekstur tanah yaitu :
1.iklim
2. bahan induk
3. topografi
4. waktu
5. Organism

Faktor – faktor yang dipengaruhi tekstur tanah yaitu :
1.kemampuan tanah memegang dan menyimpan air
2. aerasi, serta permeabilitas
3. kapasitas tukar kation
4. kesuburan tanah.
5 infiltrasi
6. aju pergerakan air (perkolasi)

2.4 pH Tanah
Pengertian pH Tanah : Reaksi tanah dapat berada pada keadaan masam, netral atau alkalis (basa). Hal ini tergantung pada jumlah ion H+ atau OH- yang berada dalam larutan tanah. Bila ditemukan ion H+ lebih banyak daripada ion OH- ,maka tanah akan bereaksi masam; bila ion H+ terdapat dalam jumlah yang sama dengan ion OH- reaksinya akan netral ; tetpai bila ion OH= lebih banyak daripada ion H+ maka reaksinya akan menjadi alkalis.

2.5 Warna Tanah
Hanafiah (2005) mengungkapkan bahwa warna tanah merupakan: (1) sebagai indikator dari bahan induk untuk tanah yang beru berkembang, (2) indikator kondisi iklim untuk tanah yang sudah berkembang lanjut, dan (3) indikator kesuburan tanah atau kapasitas produktivitas lahan. Secara umum dikatakan bahwa: makin gelap tanah berarti makin tinggi produktivitasnya, selain ada berbagai pengecualian, namun secara berurutan sebagai berikut: putih, kuning, kelabu, merah, coklat-kekelabuan, coklat-kemerahan, coklat, dan hitam.
Kondisi ini merupakan integrasi dari pengaruh: (1) kandungan bahan organik yang berwarna gelap, makin tinggi kandungan bahan organik suatu tanah maka tanah tersebut akan berwarna makin gelap, (2) intensitas pelindihan (pencucian dari horison bagian atas ke horison bagian bawah dalam tanah) dari ion-ion hara pada tanah tersebut, makin intensif proses pelindihan menyebabkan warna tanah menjadi lebih terang, seperti pada horison eluviasi, dan (3) kandungan kuarsa yang tinggi menyebabkan tanah berwarna lebih terang.
Warna tanah ditentukan dengan membandingkan warna tanah tersebut dengan warna standar pada buku Munsell Soil Color Chart. Diagram warna baku ini disusun tiga variabel, yaitu: (1) hue, (2) value, dan (3) chroma. Hue adalah warna spektrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombangnya. Value menunjukkan gelap terangnya warna, sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan. Chroma menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum. Chroma didefiniskan juga sebagai gradasi kemurnian dari warna atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelabu atau putih netral (0) ke warna lainnya (19).

















BAB III
METODELOGI

3.1  Waktu dan Tempat        :
 
a.       Hari/Tgl           : 24 April 2015
b.      Waktu             : Pukul 08.00 - Selesai
c.       Tempat            : Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, di Pegok – Sesetan.



3.2 Alat           & Bahan        :
a. Alat       : -  Alat Tulis               -  Pisau                        -  Munsel
  -  Pengukur Ph          -  Meteran                    - 

b. Bahan    : Air, Lubang pengamatan


3.3  Cara Kerja          :
1.      Disiapkan alat yang akan digunakan
2.      Gali profil tanah yang akan diamati
3.      Dicari dan dipisahkan lapisan-lapisan dengan pisau lapang
4.      Tandai dengan garis pembatas
5.      Setelah ditandai, diukur kedalaman dengan meteran, dari lapisan yang telah ditandai
6.      Di ambil sampel tanah dari berbagi lapisan yang ditandai
7.  amati warna tanah di setiap lapisan yang sudah di tandai dengan kertas munsel
8.  selanjutnya amati tekstur dan struktur tanah
9. selanjutnya amati ph, batas horizon dan konsistensi dari setiap lapisan yang sudah di tandai
10. lalu buat klasifikasi tanah dari data yang sudah di dapatkan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 HASIL
FORMULIR PENGAMATAN TANAH




Nama Pengamat

Land use
Kebun Percobaan
Tanggal
24-4-2015
Vegetasi
Jagung, Pepaya, Melon
Nomor pengamatan
1
Batuan Dipermukaan(%)
Ada Sedikit
Lokasi
Pegok
Singkapan Batuan (%)
S1 ( Singkapan 0)
Kemiringan lereng, (%)/ arah lereng
Kemiringan lereng 1% datar
Kedalaman efektif  (cm)
110 cm
Relief
Datar
Kedalaman air tanah (cm)
3m
Bahan induk
Gunung Batur Purba, Top vulkan, Intermediat, Beku Luar
Tingkat Bahaya Erosi
Sangat Ringan
Elevasi m dpl
50 m dpl
Iklim : CH, suhu
Suhu 26,5 °C
Drainase
Baik
Klas Kesesuaian lahan
S2 ( Tingkat Cukup Sesuai)
Tindakan konservasi
Ada Terasering
Klasifikasi tanah





Morfologi
HORISON
I
II
III
IV
Simbul horizon
A
BW1
BW2
BW3
Kedalaman Tanah (cm)
0-23
23-53
53-80
80 Keatas
Warna tanah
10YR, 6/2 (Kering) 10YR, 3/2 ( Basah)
10YR, 5/3 (Kering) 10YR, 4/2 (Basah)
10 YR, 6,2 ( Kering) 10 YR 6/3 ( basah )
10 YR 5/4 ( lembab/basah )
Tekstur tanah
lempung berliat
ada peningkatan liat, lempung liat berpasir
lempung liat berpasir
liat berpasir ada karatan
Struktur tanah
gumppal membulat, ukurannya halus, kekuatan cukup[, tingkat perkembangan struktur 2 ( sedang )
ukurannya medium, bentuk gumpal membulat, tingkat perkembangan 2 sedang, kekuatan cukup
tingkat perkembangan 2, gumpal menyudut, ukurannya medium
gumpal menyudut, ukurannya medium, tingkat perkembangan 2, warna karatan 2,5 YR, 4/6 warna red
Konsistensi
Lekat
Lekat
Lekat
Sangat Lekat
pH lapang
5,5
5,8
5,7
5,6
C=konkresi, g-kerikil G=batu/fragmen
G = 0,5 %
G = 1 %
G = 3 %
G = 2 %
Btas horison
Lurus dan Baur
Lurus dan Baur
Lurus dan Baur
Jelas dan Rata
Keterangan



Karatan sedikit dengan warna merah
Keterangan :
Epipedon                     : Okrik, karena VC > 5,5
Endopedon                 : Kambik , karena tidak ada peningkatan liat.
Horizon penciri lain     : -
Klasifikasi :
1. Taksonomi tanah
   * Order         : Inceptisol                  *  Sub order    : Ustep
4.2 PEMBAHASAN
Sifat morfologi tanah adalah sifat tanah yang dapat diamati dan dipelajari dilapangan. Sebagian sifat morfologi tanah merupakan sifat-sifat fisik dari tanah tersebut. Sifat fisik tanah yang berpengaruh pada kegiatan pertanian antra lain tekstur, struktur, konsistensi, kapasitas memegang air, kapasitas infiltrasi, permeabilitas, drainase, kedalaman efektif, dsb. Faktor tanah yang penting adalah kandungan hara yang tersedia makro dan mikro, pH tanah, kandungan bahan organik, kapasitas tukar kation, kadar bahan beracun (misal: Fe, Al-dd) dsb. Sedangkan bahan biologi yang penting adalah jumlah dan aktivitas organisne di dalam tanah. Tindakan-tindakan terhadap tanah umumnya ditunjukkan untuk menambah dan menjamin keseimbangan hara bagi tanaman, mencegah keracunan, kehilangan, dan kerusakan serta memanipulasi kondisi lingkungan hingga sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan taaman dan hewan. Dalam pengelolaan pertanian pemanfaatan maksimal faktor-faktor tersebut harus memperhatikan untuk menjaga produktivitas dan kegunaan tanah secara lestari.
Profil tanah merupakan irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga bebatuan induk tanah (regolit),yang biasanya terdiri dari horison-horison O-A-E-B-C-R. Empat lapisan teratas yang masih dipengaruhi cuaca  disebut solum tanah (Ali,2004). Meskipun tanah terdiri dari beberapa horison, namun bagi tetanaman yang sangat penting adalah horizon O-A (lapisan atas) yang biasanya mempunyai ketebalan dibawah 30cm, bahkan bagi tanaman berakar dangkal seperti padi, palawija dan sesayuran yang berperan adalah kedalaman dibawah 20cm (Ali, 2004).
Penentuan morfologi dan klasifikasi tanah sangat penting dalam pertanian karena berfungsi untuk menentukan tanaman yang cocok untuk di dibudidayakan. Dalam praktikum ini telah dijelaskan cara menentukan morfologi dan klasifikasi tanah yang terdapat di Kebun Percobaan Pegok, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Dimana jenis tanah ini menunjukkan bahwa morfologi tanah yang terdapat di Kebun Percobaan yaitu terdapat 4 horizon dengan penciri masing-masing horizon yang berbeda-beda. Ke-4 horison tersebut mempunyai batas kedalaman yang berbeda-beda yaitu, horizon I kedalamannya 0-23 cm, horizon II dengan kedalam 23-53 cm, horizon III dengan kedalaman 53-80 cm, horizon IV dengan kedalaman lebih dari 80 cm. Pada masing-masing horizon ini mempunyai warna yang berbeda-beda tetapi hampi mirip antara horizon satu dengan yang lainnya. Selain warna pada tekstur dan struktur tanah juga berbeda. Pada tekstur tanah horizon I tektur tanahnya lempung berliat, sedangkan pada horizon II dengan horizon III mempunyai tekstur yang sama yaitu lempung liat berpasir, dan pada horizon IV liat berpasir. Perbedaan tekstur terbet dapat dikarenakan oleh factor bahan induk tanah yaitu vulkan intermediet dan faktur penambahan bahan organic, dimana pasir akan tercuci ke lapisan tanah yang lebih dalam sehingga horizon II,III,IV terdapat tekstur pasir.
Struktur tanah pada lapisan 1, bentuk strukturnya yaitu  gumpal membulat (sub angular blocky), yaitu sumbu vertika sama dengan sumbu horizontal dimana sisi-sisinya membentuk sudut membulat.  Tingkat perkembangan strukturnya yaitu sedang yaitu yaitu butir-butir struktur agak kuat dan tidak hancur waktu diambil dari profil untuk diperiksa, dan ukuran strukturnya halus, dimana ukuran strukturnya 5-10 mm. Pada lapisan 2 bentuk strukturnya tingkat perkembangannya sama dengan lapisan 1. Ukuran strukturnya sedang yaitu 10-20 mm. Sedangkan pada lapisan tanah yang ke-3 bentuk strukturnya gumpal menyudut, yaitu sumbu vertical sama dengan sumbu horizontal, dimana sisi-sisinya membentuk sudut tajam. Tingkat perkembangan sturkturnya sedang, dan ukuran strukturnya sedang.
Pada konsistensi rata-rata mempunyai setiap horizon mempunyai konsistensi yang sama yaitu lekat, hanya pada horizon IV mempunyai konsistensi yang sangat lekat.
Untuk pH tanah yaitu 5,5-5,8 dimana menunjukkan bahwa pH yang tidak terlalu asam dan tidak terlalu basa, sehingga cukup baik untuk ditanami tanaman holtikultura. Kerikil terdapat pada setiap horizon tetapi dengan konsentrasi yang berbeda-beda 0,5% hingga 3% dengan horizon yang paling banyak yaitu  terdapat pada horizon ketiga yaitu 3%.
Penciri khusus terdapat pada horizon IV yaitu terdapat moteling atau sedikit karatan dimana terdapat bahan induk tanah yang mengandung Fe didalamnya, dan pada lapisan tersebut terjadi pelapukan yang cukup tinggi.
Lahan pada Kebun Percobaan Pegok, Fakultas Pertanian, mempunyai kemiringan lereng 0,1%, dengan bahan induk vulkan intermediet, yang menunjukkan bahwa tanah di daerah ini cukup subur diimbangi dengan drainase yang baik dan kelas kesesuaian lahan S2. Untuk vegetasinya yaitu melon, papaya, jagung dan gemitir. Penggunan lahan di Kebun Percobaan ini adalah kebun camuran, yang ditunjukkan dengan dibudidayakannya berbagai komoditi tanaman seperti yang telah disebutkan. Kedalaman efektif yaitu tanah yang bisa ditembus oleh perakaran tanaman yaitu hingga 110%, dengan kedalaman air tanah yaitu pada 300 cm, dan tinggat bahaya erosi sangat ringan.
Klasifikasi tanah di Kebun Percobaan Pegok ini termasuk order Inseptisol dengan sub order Ustep. Penentuan klasifikasi tanah ini berdasarkan pengamatan dilapangan yaitu epipedonnya (kenampakan di atas permukaan) mempunyai value dan kroma lebih besar dari 5,5 sehingga pada cirri-ciri yang didapatkan sangat mendekati epipedon Okrik. Sedangkan  untuk endopedon (kenampakan di bawah permukaan) termasuk Kambik, karena tidak terdapt peningkatan karatan. Oleh karena itulah pada klasifikasi tanah tingkat order termasuk Inseptisol dengan sub order Ustep.

1 comments:

Budy We said...

Mari berbagi ilmu,kunjungi blog saya yah
https://mamanyagendhis.blogspot.co.id/2017/05/penetapan-kadar-bahan-organik-tanah.html